data kekuatan gempa Jogja dari USGS

Earthquake Details
Magnitude 6.3 (Strong)
Date-Time Friday, May 26, 2006 at 22:54:02 (UTC)
= Coordinated Universal Time
Saturday, May 27, 2006 at 5:54:02 AM
= local time at epicenter Time of Earthquake in other Time Zones

Location 7.977°S, 110.318°E
Depth 35 km (21.7 miles) set by location program
Region JAVA, INDONESIA
Distances 20 km (15 miles) SSW of Yogyakarta, Java, Indonesia
115 km (70 miles) S of Semarang, Java, Indonesia
140 km (90 miles) SSE of Pekalongan, Java, Indonesia
445 km (275 miles) ESE of JAKARTA, Java, Indonesia

Location Uncertainty horizontal +/- 10.3 km (6.4 miles);
depth fixed by location program
Parameters Nst=126, Nph=126, Dmin=451.4 km, Rmss=1.62 sec, Gp= 43°,
M-type=teleseismic moment magnitude (Mw), Version=8
Source USGS NEIC (WDCS-D)

yup, thanks banget buat :
1. nyonyah ocha
2. a. grana juniangga (angga)
sudah sempat2in sms aku, buat nanya kabar, gimana kamu dan magetan setelah gempa :) ?
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
This summary is not available. Please click here to view the post.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
perlu belajar...

perlu belajar lagi untuk bertahan...
perlu belajar lagi untuk berdiri....
perlu belajar lagi untuk melangkah....
agar jika kau datang lagi
aku tlah sekeras karang
seangkuh gunung
sedalam lautan
seluas padang pasir
secepat kilat
dan
mampu memandangmu tanpa satu rasa apapun
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Photobucket - Video and Image Hosting

pengennya setelah kau pergi, hari-hariku bisa sesegar strawberry


***
........bantu aku....membencimu............
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
perut..oh peruut...

semua bermula di hari sabtu (6/5). harusnya, di hari yang segar itu, perutku memperoleh santapan yang nikmat nan lezat. namun..angan tinggal angan. sajian makan siang handycraft class yang diadakan sebuah tabloid wanita terkenal di jawa timur (nggak enak sebut nama)....ternyata tak selezat apa yang ada di bayanganku. duuuh..kasihan kau perutku. sudah paginya cuma makan bubur doang...eh, siangnya dapat nasi kotak. salah, beras plus lauk-pauk di dalam kotak nasi. gimana mau disebut nasi...jika butiran nasinya, bentuk, rasa, ukuran masih seperti beras. hoeks..... dan demi perut tersayang yang memang sedikit sensi, kubiarkan kotak makan tergeletak di depan meja. dan...pulanglah aku sebelum tuh class selesai. laper boo....mana belum sholat lagi. salah panitia juga sih..., di pengumuman, waktu dimulai acara pukul 09.00 WIB..ternyata..molor satu jam. benar-benar di luar perkiraaan. soalnya nih tabloid adalah anak salah satu media paling beken di jatim, jadi kupikir tingkat profesionalitasnya pasti tinggi banget. ternyata.....yah, itulah angan-angan. setelah istirahat pun...acara ga segera dimulai. payah..payah...125 ribu boo!!!!!

Mbbrrrmmmm...mbrmmmm...mbrmmmmm......15 menit kemudian sampai di kost...langsung wudhu dan sholat. untung..si opik masak nasi. alhasil seusai sholat langsung ambil wajan dan 5 menit kemudian..matanglah telur ceplok di atas wajan. amat sangat lumayan buat perutku.... sayang, nih perut ternyata sudah terlanjur ngambek. akhirnya..malam hari, kusogok dia dengan sepiring sate ayam. yup, lumayanlah...dia mau sedikit mengerti dan nggak rewel lagi.

sayang....perdamaianku dengan perutku tak berlangsung lama. esok paginya, mulai deh dia bereaksi. mulai dari kembung sampai mual. hiks..hiks..hik...jadi kaya orang hamil ae (morning sick). dan kali ini, sogokan semangkuk soto ayam di depan Sogo...masih harus ditambah sebungkus harum manis dan istirahat (tidur) tiga jam buat bener-bener nenangin tuh perut.

dan, akhirnya perutku mau rujuk kembali denganku. terbukti dia nggak rewel sewaktu kuajak jalan2 ke wtc nyari hp buat camer (hahahahahaa......). dan...sudah mau pula kuajak makan rujak cingur di depan kost yang enak sekali dan jadi langganan anak2 blokku. sllrruuuppppp...sedaaapppp....!!!!

sayang, perseteruan kembali dimulai gara-gara susu bendera coklat. yup...ini sih juga salahnya si frisian flag. kondisi botol susu masih bagus, tertutup rapat, dan tanggal kadaluarsa 6 oktober 2006. ternyata.....tuh susu sudah busuk. untung, cairannya cuma sempat masuk tenggorokan doang, jadi masih gampang buat muntahinnya. coba klo udah masuk perut...hiii...... dan yang lebih bikin berang lagi, email pengaduan yang tercantum di botol tidak bisa dihubungi (maildailermon). pyuh...GILAAA!!!!!!!! apa perlu aku ngirim surat pembaca ke media?!!! hueef....

dan perutku sayang..masih mengamuk. klo yang terakhir ini bener-bener salahku. karena ingin mencoba makan di warung penyetan (yang sebenarnya direkomendasikan jangan pernah dicoba oleh si fitri karena lamanya pelayanan). dapat makan malam nasi bebek yang pedasnya minta ampun. dan itu masih ditambah teh anget yang ternyata sama penjualnya dikasih teh anget kuadrat alias teh panas sekali. hhahaaaaa!!!!!

tak kuat menandang lara....sampai di kost, perutku langsung memberontak. MUNTAH. dan tak sedikitpun disisakan makanan dalam perut. hiks..hiks...hiks....maafkan aku ya perutku. janji deh, mulai sekarang, aku akan baik menjagamu. suer!!!!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
HATI-HATI !!!!!

kalau naik kendaraan apalagi nyetir sendiri hati2
mmeleng dikit....wuih, bisa jatuh ato ketabrak
dan...hari ini aku pantas sekali bersyukur
gara-gara menyapa dennish yang lagi asyik minum jus,
hampir ae sepedaku menyerempet mobil.
akhirnya..dengan bantuan rem kaki, kecelakaan dapat dihindarkan
meski sampe beberapa menit masih deg-degan,
tapi wajib berujar...alhamdulillah....
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Penyeberangan Surabaya – Madura

Photobucket - Video and Image Hosting


Surabaya dan Madura. Terpisah oleh Selat Madura sepanjang kurang lebih 5,4 km. Namun, tak berarti, kita akan mengalami kesulitan untuk berkunjung ke Madura. Cukup dengan datang ke Pelabuhan Ujung (Surabaya) dan membayar tiket ferry sebesar 3.200 rupiah per orang (jika dari Madura, cukup 3000 rupiah), kita dapat dengan mudah menyeberang ke Pulau Garam itu. Kendaraan pun dapat dibawa serta menyeberang dengan ferry. Tentu saja, ada harga yang perlu dibayar. Untuk sepeda motor, cukup mengelurkan uang 1.500 rupiah. Tentu saja tak sama besar dengan yang harus dikeluarkan bagi bis dan mobil yang turut menyeberang. (maaf..lupa tarifnya)

Kitapun tak perlu berlama-lama menunggu ferry berangkat. Hanya butuh waktu 15 - 20 menit untuk menunggu ferry penuh. Jika hari Sabtu atau Minggu atau hari libur lainnya, masa penantian ini akan lebih pendek, hanya sekitar 10 – 15 menit. Bosan menunggu?! Jangan bayangkan rasa bosan itu muncul. Dengan beragamnya pemandangan yang dapat dilihat dari atas kapal, sudah pasti kita tak akan bosan. Di sisi sebelah kiri kapal, dapat kita lihat bangunan yang sangat besar panjang, dan tinggi milik PT. PAL. Di situlah anak negeri ini memproduksi kapal. Di sisi kanan, kita akan disuguhi hiruk pikuk manusia yang hendak menyeberang maupun yang baru datang dengan kapal dari Madura.

Di atas kapal pun, suasana tak kalah ramai. Para pedagang hilir mudik menjajakan dagangannya. Tak hanya makanan dan minuman, kopiah sampai sandal jepit pun bisa kita beli dari mereka. Cara mereka membawa barang dagangan bisa jadi merupakan hal unik bagi yang tidak biasa melihatnya. Mereka ’menyunggi’ (meletakkan barang di atas kepala) barang dagangannya tanpa di pegang tangan. Dan anehnya, barang-barang itu seperti lengket sehingga tidak jatuh dari atas kepala.

Pemandangan sepanjang penyebrangan pun tak kalah menarik. Kita dapat menilhat beberapa buah kapal yang tampak antri menunggu giliran masuk ke Pelabuhan Ujung. Setelah beberapa menit perjalanan, di sebelah kanan dapat kita lihat Pusat Komando Angkatan Laut III dengan patung Jalesveva Jayamahe yang berdiri tegak memandang ke arah laut. Selain itu, tampak tiga kapal perang tengah bersandar di dekat patung tersebut.

Memasuki Pelabuhan Kamal, kapal ferry tak bisa langsung membuang jangkar tapi masih harus antri seperti di Dermaga Ujung. Begitu menjejakkan kaki di Pulau Madura, kita akan disambut gapura selamat datang di Pulau Madura. Telinga kitapun akan menyantap dialog-dialog asli Pulau Madura. Meskipun udara memang sedikit lebih panas daripada Surabaya, Madura memang menjanjikan untuk dijelajahi lebih lanjut. Sayang, waktu itu, aku nyebrang tanpa kendaraan. Jadi begitu tiba di Madura, beli makan bentar, jalan2 di pasar deket pelabuhan, trus beli tiket lagi dan menyeberang lagi ke Surabaya. hehehehhehe.........
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS